Jumat, 18 November 2016

MA'RIFATUL INSAN

WHO IM I?

Sebenarnya siapakah kita? Mungkinkah mausia adalah evolusi dari kera? Lalu bagaimana dengan kisah Adam dan Hawa? Mungkinkah mereka dalam wujud kera juga sebagai hasil dari evolusi? Tentu saja hal tersebut tidak mungkin. Nah, apakah masih mau bersikeras, kalau manusia awalnya dari kera?
Manusia adalah ciptaan Allah SWT. Allah mempunyai kekuatan besar untuk mematikan (mengambil kembali) makhluk ciptaan-Nya. Jadi, kematian adalah hukum Allah yang pasti. Ruh yang tiada itu tentu saja akan kembali pada Allah dengan proses yang tak terjangkau akal kita. 

PROSES PENCIPTAAN MANUSIA
Dalam Al-Quran, Allah SWT. menjelaskan kronologis kejadian penciptaan manusia. Mulai dari bahan baku penciptaannya, proses perkembangannya, dan pertumbuhannya dalam rahim ibu, hingga ia kemudian dimatikan dan dibangkitkan kembali dari kematian itu. Kronologis penciptaan manusia itu ketika dikomparasikan dengan ilmu pengetahuan modern dengan analisis ilmiahnya saat ini, sedikitpun tidak ditemukan pertentangan. Perhatikanlah ayat Al-Quran di bawah ini :
“Hai manusia jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka ketahuilah sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang telah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampai pada kedewasaan, dan diantara kamu ada yang diwafatkan dan ada pula yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dulu diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hidup dan suburlah bumi itu dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.” (Al-Hajj : 5)
Masih ada lagi ayat yang berbicara tentang proses penciptaan manusia. Ini khusus berkaitan dengan janin di dalam rahim yang mengalami 3 kegelapan. Berikut ayatnya:
“…Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang berbuat demikian itu adalah Allah…” (Az-Zumar: 6)
Tiga kegelapan yang dimaksud ayat tersebut adalah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam selaput yang menutup janin dalam rahim. Seperti yang telah dijelaskan dalam QS. Az-Zumar ayat 6. Hal ini juga tidak terbantahkan secara ilmiah.
Lebih jelas lagi, ayat Al-Quran yang menggambarkan proses penciptaan manusia adalah pada QS. Al-Mukminun ayat 12-14, yang artinya :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati yang (berasal ) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami balut dengan daging. Lalu Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (Al-Mukminun: 12-14)
Dari ayat diatas ada 2 kesimpulan isi kandungan ayat tersebut, yaitu :
a.  Penegasan Allah SWT. bahwa manusia merupakan makhluk ciptaan-Nya yang asal kejadiannya berasal dari saripati tanah. Bagaimana menurut ilmu pengetahuan mengenai asal kejadian manusia? Menurut ilmu Biologi, manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan asal kejadiannya adalah dari tanah. Hal ini telah dibuktikan dengan menggunakan metode abu bekas bakaran dari makhluk hidup tersebut. Hasil penelitian abu bekas bakaran tersebut diketahui bahwa unsur-unsur asli yang terdapat dalam diri manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan sama dengan unsur-unsur yang terdapat dalam tanah, yaitu, oksigen, hidrogen, zat belerang, zat arang, kalium, natrium, iodium, asam arang, air, dan zat-zat lainnya yang berfungsi sebagai pelengkap.
b.   Informasi dari Allah SWT. tentang proses kejadian manusia ketika masih berada dalam kandungan.
Sesuai ayat tersebut, proses kejadian manusia dalam kandungan yaitu :
·     Allah SWT menjadikan saripati tanah yang terdapat dalam tubuh manusia sebagai nutfah (air yang berisi spermatozoa), yang kemudian ditumpahkan ke dalam qarar (rahim)
·  Allah SWT. menjadikan nutfah sebagai alaqah yang berbentuk gumpalan darah menyerupai buah lecis atau lintah.
·       Dari alaqah, Allah SWT. menjadikannya sebagai mudghoh, yaitu segumpal daging yang menyerupai daging hancur yang telah dikunyah.
·         Dari mudghoh, Allah SWT. menjadikannya sebagai idzam, yaitu tulang atau rangka.
·         Kemudian tulang atau rangka itu dibalut oleh daging.
·         Setelah itu Allah SWT. menjadikannya sebagai makhluk dalam bentuk lain yaitu dalam bentuk manusia yang telah berkepala, berbadan, bertangan dan berkaki.

BAGAIMANA PANDANGAN ILMU PENGETAHUAN TENTANG PROSES KEJADIAN MANUSIA? 
Menurut ilmu biologi, spermatozoa yang berasal dari laki-laki (suami) melalui proses senggama masuk ke dalam qarar (rahim) wanita (istri). Di dalam rahim, spermatozoa ini bertemu dengan sel telur atau ovum istri sehingga terjadi pembuahan. Sel telur yang telah dibuahi disebut zigot, kemudian mengalami nidasi atau menempal pada salah satu dinding rahim. Pada titik itulah ia membesar dengan sistem perkembangan sel, yaitu membelah diri dari satu menjadi 2, 4, 8, 16, 32, dan seterusnya menurut deret ukur, menjadi berkas sel-sel yang berbentuk seperti buah murbei. Kemudian tumbuh memanjang, gepeng seperti lintah, kedua ujungnya melekat pada dua titik pada dinding rahim, lalu salah satu ujungnya lepas dan terbentuklah segumpal daging yang dihubungkan dengan seutas tali ke dinding rahim ibunya. Dalam proses selanjutnya, daging itu tumbuh menjadi tulang yang beruas-ruas panjang, kemudian berkembang menjadi kerangka badan yang lengkap serta otot menutupi tulang-tulang itu. Sesudah 120 hari  atau 4 bulan masa kandungan, maka jabang bayi sudah lengkap dengan segala organ-organ tubuh sebagai manusia dan setelah sembilan bulan sepluh hari bayi tersebut siap dilahirkan.      
Unsur Manusia
Manusia hidup dari rangkaian unsur-unsur tertentu yang menyusun struktur kepribadiannya. Allah menciptakan manusia melalui dua tahap. Allah pertama kali menciptakan jasadnya, kemudian meniupkan ruh ke dalam jasad itu, sebagaimana pernyataan Allah SWT. dalam ayat di bawah ini :
“Maka apabila Aku telah menyempurnakan (penciptaan jasadnya), lalu Kutiupkan dari ruh-Ku ke dalamnya, maka bersujudlah kamu sekalian kepadanya.”  (Shaad: 72)
Jadi, dua unsur utama dalam kepribadian manusia adalah unsur materi yaitu fisik manusia dan unsur ruh yaitu hati dan jiwa manusia. Selain dua unsur tersebut ada satu unsur yang membuat manusia menjadi makhluk Allah yang sempurna dibandingkan hewan dan tumbuhan, unsur tersebut adalah akal.
Ruh merupakan zat yang tak terlihat, tetapi hakekat ruh itu terasa eksistensinya dalam  jiwa manusia. Fungsi utama ruh untuk merasakan, meyakini, menghendaki, dan memutuskan. Rasulullah saw mengatakan bahwa di dalam jasad ada segumpal daging. Bila daging itu baik, maka baiklah seluruh jasad. Namun bila daging itu rusak, maka rusaklah seluruh jasad. Segumpal daging itu adalah hati manusia, dalam hal ini konteks pembahasan hati bukanlah hati secara fisik, walaupun hepar juga sangat menentukan kesehatan tubuh.
Akal adalah unsur dalam diri manusia yang berfungsi untuk menampung dan  memahami informasi yang disimpan dalam otak, kemudian diproses dalam hati. Karena itulah Al-Quran sering menyatakan bahwa kerja akal itu dalam hati, sebab memang tidak ada jeda waktu dari proses-proses itu. Selanjutnya hasil keputusan hati itu akan menjadi tekad. Dari tekad akan turun ke wilayah fisik menjadi sikap dan tindakan.
Fisik atau jasad memiliki tugas utama yaitu mengekspresikan kehendak dalam bentuk sikap dan tindakan yang diarahkan oleh akal dan keputusan jiwa. Oleh karena itu fisik adalah kendaraan bagi akal dan jiwa kita. Para ulama Islam mengatakan, “Jika engkau mempunyai jiwa besar, niscaya ragamu akan lelah mengikuti kehendaknya.” Jadi kendaraan ini harus di up-grade kemampuannya dan dipelihara terus menerus, agar sanggup membawa beban akal dan jiwa kita. Sebab setiap masalah yang menimpa kendaraan ini akan mempengaruhi kondisi akal dan jiwa kita.
Ketiga unsur manusia tersebut, adalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dan pemenuhan kebutuhannya pun harus seimbang. Bayangkan jika kita hanya memenuhi kebutuhan ruh dan fisik, maka kita akan menjadi manusia bodoh yang tidak mengetahui perkembangan zaman. Atau kita hanya memenuhi kebutuhan akal dan fisik saja, maka bisa dipastikan kita menjadi manusia yang tidak mengenal Allah bahkan mengingkari-Nya. Karena itu, jika kuliah/belajar kita rajin, makan dan tidur kita teratur, maka ibadah dan shalat kita juga harus teratur. Itulah yang dimaksud keseimbangan (tawazun).


-Buku panduan dan monitoring AAI-

Rabu, 16 November 2016

PERJUANGAN VERSI XB 212



guru..
 engkau pahlawan tanpa tanda jasa..
yang takkan lelah mengajar kita

HISTORY

Cerita ini hanyalah fiktif belaka. Apabila ada kesamaan nama tokoh dan lain-lain kami memohon maaf yang sebessar-besarnya. Ini hanya untuk menghibur saja...




 di jaman dahulu ternyata sudah ada white board 




inilah "K.H Dewantara" masa kini dengan murid-muridnya





para pemuda bangsa yang ikut mengibarkan bendera merah putih  di Kemerdekaan RI 1945





Para Belanda yang asyiknya bermain tanpa memikirkan nasib Indonesia yang dijajah





"Tirta sebagai BUNG TOMO"




MERDEKA!!


story by miss je

TUNJUKKAN AKSIMU


CASELLO CUP 2014
kangen SMAN 1 WATES KULON PROGO 

Senin, 14 November 2016

MOTIVASI MATEMATIKA


"The primary question was not what do we know, but how do we know it. The root of education are bitter, but the fruit is sweet" -Aristotle-
(pertanyaannya adalah bukan apa yang kita tahu, tetapi bagaimana kita tahu. Akar dari pendidikan itu pahit, tetapi buahnya manis)

"When you have been obliged to discover by yourself, leaves a path in your mind which you can use again when need arises" - Georg Christoph Litschenberg -
(ketika kamu sudah diwajibkan untuk menemukan dengan dirimu sendiri, tinggalkan batas yang sudah kamu set difikiran kamu yang dapat kamu gunakan lagi ketika kamu butuh disemangati)

"It is not enough to have a good mind, the main thing is to use it well." - Rene Descartes -
(memiliki fikiran yang bagus itu tidak cukup, yang utama adalah untuk menggunakannya dengan baik)

"To explain all nature is too difficult a task for any one man or even for any one age. This much better to do a little with certainty, and leave the rest of others hat come after you, than to explain all things" -Sir Isaac Newton-
(untuk menjelaskan seluruh alam itu terlalu sulit untuk setiap orang disetiap usia. Lebih baik untuk melakukan sesuatu yang kecil tapi penting, dan meninggalkan yang lainnya untuk datang kepadamu daripada menjelaskan segalanya)